Pendekar Pengejar Nyawa

Pendekar Pengejar Nyawa
Karya Khu Lung disadur Gan KL Non Serial

Beberapa baris tulisan huruf-huruf indah yang masih basah tintanya itu tertera di atas selembar kertas yang  dibentangkan di atas sebuah meja batu marmer. Sinar lilin menyorot dari sebuah lampion yang dibungkus kain paris merah, membuat kertas berwarna biru muda itu terlihat berwarna ungu muda tertimpa cahaya  merah dari lampion, kelihatan aneh dan janggal. Tulisan yang indah dan berseni itu jadi tampak lebih menarik dan merasuk hati. Surat itu  tidak dibubuhi tanda tangan pengirimnya, namun mengandung  bau dupa wangi, bau dupa yang mengandung seni, dari tulisan surat bukan
surat, syair bukan syair itu, siapa pun susah menduga siapakah orang yang mengirimkan surat ini.
Yang menerima surat ini adalah Kim Pian-hoa, anak seorang hartawan terkenal di Pak-khia. Ia sedang duduk di pinggir meja. Raut mukanya yang putih  halus dan selalu terpelihara itu terlihat berkerut-kerut seakan mendadak kesakitan lantaran  terbacok
senjata tajam. Kedua biji matanya melotot mengawasi surat itu, seolah baru saja menerima  surat panggilan dari Giam-lo-ong (Raja Akhirat)………..Pendekar Pengejar Nyawa

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Khu lung, Silat Mandarin and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s