Imam Tanpa Bayangan

Imam Tanpa Bayangan
Karya : TJAN I.D.
Bagian I 20 Jilid :
Bagian II 51 Jilid:

Jilid 1 : Runtuhlah Tiam Cong Pay oleh pengkhianat

MALAM sunyi menyelimuti se!uruh puncak gunung Tiam Cong, angin berhembus sepoi-sepoi menggoyangkan ranting serta dedaunan.
Seorang kakek tua diiringi seorang pemuda lambat-lambat berjalan menuju keatas puncak dibawah cahaya rembulan yang cerah.
Rupanya sianak muda itu merasa tidak sabar, seraya mendongak serunya:”Ayah, berapa lama lagi jalan yang harus ditempuh?? kenapa siang ceng kan belum kelihatan juga?”
“Hoei-jie! cuma berjalan saja kok kau tidak sabaran” Tegur sang ayah sambil berhenti. “Bukankah di hari-hari biasa sering ku ajarkan kepadamu bahwa jadi seorang lelaki janganlah takut menemui kesulitan? Dimana bisa sabar, sabarlah selalu. Kau cuma jalan begini dekatpun kau tidak salbar bagaimana muogkin kau bisa lakukan perbuatan besar?” “Tia sudah sudahlah, cuma karena urusan kecil kembali kau kuliahi diriku…”
“Hoei-jie !” kata kakek itu dengan wajah serius- “Tahun ini kau sudah genap berusia tujuh belas tahun, kau barus tahu bagaimana caranya menjaga diri, janganlah selalu menggantungkan ayahmu. Kau harus tahu suetu saat ayah bakal tinggatkan dirimu, coba kalau kau tidak tahu apa-apa bagaiman kau bisa lanjutkan hidupmu!”. Hoei-jie membungkam dan tundukkan kepalanya.
“Bocah ! kau harus tahu bahwa kita keluarga Pek adalah keturunan lelaki sejati yang tidak sudi tunduk kepada orang lain dan minta belas kasihan dari orang…..”
“Aku akan selalu ingat perkataanmu ayah, akan kuingat bahwa aku adalah keturunan keluarga Pek!”
Diluanya berkata begitu sementara dalam hati pikirnya: “Tidak belajar Silatpun sama saja aku dapat menjadi seorang lelaki sejati, kenapa aku harus belajar silat ??”. “Kau harus ingat pula” kembali kakek itu berkata, “Bahwa kau adalah putra sipedang penghancur sang surya Pek Tiang Hong, kau tidak beleh mencemarkan nama keluarga pek kita…”
“Aku tahu! aku adalah Pek In Hoei putra dari siPedang Penghancur Sang Surya Pek Tiang Hong salah satu dari Tiong-goan San Siok. Tiga Bintang Daratan Tiong-goan, selama hidup aku tidak akan melupakannya, tapi .. kenapa aku harus belajar silai ??

“Kali ini aku akan serahkan dirimu kepada ciangbun-jien, agar ia didik dirimu baik baik, tujuan yang terutama bukan lain ingin paksakan dirimu untuk merasakan kesunyian diatas gunung sehingga menciptakan suatu watak yang tenang bagi dirimu, nanti setelah berjumpa dengan Ciang-bun suhengmu, bersikaplah sewajarnya, jangan sampai dipandang rendah orang.” “Soal ini aku mengerti”
“Nah, kalau begitu ayoh kita berangkat, mumpung sembahyang malam belum selesai kita masuk kekuil.” Berbicara sampai disitu, laksana Kilat kakek itu bergerak kembali meneruskan perjalanannya.
Pek In Hoei angkat bahu, dengan perasaan apa boleh buat ia ikut dibelakang ayahnya. Mendadak…….. terdengar bentakan keras berkumandang datang, tatkala Pek Tian Hong ayah dan anak dua orang hendak menyeberangi sebuah jembatan dari balik kegelapan muncul dua sosok bayangan manusia yang, menghalangi jalan pergi mereka.
“Siapa kalian? ” Bentak kedua orang berdandan too-jien itu. “Apa maksud kalian mendatangi Tiam Cong??”. “Loohu adalah Pek Tian Hong I”. Dua orang toojien itu segera memencarkan diri, seraya mempersiapkan senjata seru mereka hampir berbareng : “Pedang sakti dilangit Selatan……..”. “Hawa menembusi Tiam Ciang!” sambung Pek Tian Hong dengan cepat badannya bergerak diikuti cahaya pedang berkilauan menciptakan delapan titik cahaya tajam yang meletik diangkasa.
Kedua orang toojien itu melengak. akhirnya dengan penuh rasa hormat serunya kembali: “Tecu sekalian menghunjuk hormat buat Susiok Couw” “Ehmmmm, apakah Ciangbunjien ada didalam kuil ??” .”Tengah malam nanti Ciangbun suhu baru akan selesai dari semedinya……….” “Ooooouw, tidak aneH kalau penjagaan disekitar gunung malam ini begitu ketat.. .” Dalam pada itu Pek In Hoei telah loncat kesisi ayahnya, sambil memandang kedua orang toojien tadi tanyanya: “Tia apa yang telah terjadi ??”.

doewnload ImamTanpaBayangan

Baca selengkapnya dari Sumber : Wattpad sampai tamat

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Mandarin, Tjan ID. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s